Halo rek! Gimana nih kabar kalian terutama untuk kelas X dan XI yang lagi nunggu rapor sisipan? Semoga hasilnya bisa sesuai dengan harapan kalian ya!

Daripada cemas dan gugup sambil nunggu pengumuman, gimana kalo kita throwback sedikit ke salah satu acara besar yang diadakan SMA Negeri 1 Surabaya akhir-akhir ini?

Seratus buat yang jawab pameran seni ‼️

Teman-teman pada tau nggak sih sebenernya pameran seni itu apa?

Jadi pameran seni adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan sebuah ide atau gagasan kepada masyarakat luas melalui karya seni sehingga karya tersebut dapat menjadi alat komunikasi bagi seniman dan diapresiasi oleh masyarakat.

Pada Jumat, 3 Maret 2023 lalu telah diselenggarakan pameran karya seni sebagai bagian dari ujian praktik dari kelas XII SMA Negeri 1 di sepanjang trotoar SMA Komplek Surabaya dan disaksikan oleh adik-adik kelas serta masyarakat luar.

“Tujuan utama dari pameran seni ini adalah sebagai nilai Ujian Praktek mata pelajaran Seni Budaya bagi kelas XII, dan juga untuk mengapresiasi bahwa anak SMA juga bisa berkesenian.”  ucap Pak Eko.

Beraneka ragam karya seni yang penuh keunikan dan ciri khasnya dipamerkan. Salah satu karya yang menarik perhatian datang dari Kelompok Avrilicia Davina XII MIPA 1 yang mengusung tema Kebudayaan Indonesia yaitu Reog Ponorogo.

Fun Fact nih!

Ternyata kelompok mereka menggunakan bulu merak asli lho untuk membuatnya!

diambil dari bulu-bulu yang sudah jatuh dari si meraknya.

Terus kalian udah tau belum sih, kalau Reog Ponorogo sebenarnya dibuat untuk menyindir Raja Brawijaya yang digambarkan seperti barong singa, dan adanya burung merak di atasnya menggambarkan sosok "wanita" yang bermakna bahwa seperkasa apapun Raja Brawijaya, ia masih bisa dikalahkan oleh pesona wanita.

Wah benar-benar wanita racun dunia ini mah…

Eitss.. Tunggu, tunggu ‼️

belum selesai kehebohan pameran tahun ini.

Ada satu lagi informasi yang didapatkan dari guru kesenian SMA Negeri 1 Surabaya saat wawancara. Ternyata selama ini ada lho karya-karya yang terjual langsung saat pameran dilaksanakan.

Salah satu karya yang berhasil memikat pengunjung dan terjual seharga Rp100.000,- merupakan hasil karya Kelompok R. Djorell Bayu Mahardika XII MIPA 1 dengan mengusung tema yang sama yaitu Kebudayaan Indonesia.

Berbekal kenekatan, Djorell dan kelompoknya ingin membuat sesuatu yang berbeda dibanding yang lain. Sehingga tercetuslah ide yang ungkapnya sedikit ekstrem, “Ya kan terdapat tengkorak, tulang, dan juga sedikit darah jadi karyanya sedikit ekstrem sebab pengerjaannya cowo semua.”

Berhasil memikat pengunjung yang melihat pameran dengan karyanya, ternyata ada makna mendalam yang tersirat didalamnya lho, rek!

Karya yang diberi judul “Desa Trunyan Bali” ini menceritakan tentang Desa Trunyan dimana terdapat pohon yang bisa menyerap bau-bau dari bangkai manusia dan digantikan dengan bau yang sangat wangi menguar dari pohon tersebut.

“Waktu dipamerkan bangga, soalnya beda dari yang lain. Kalau dibeli itu ga kepikiran, tiba-tiba ada orang yang minat dan ingin membeli karya kita yang sepertinya orang luar, soalnya bawa anaknya juga dan pakaiannya yang biasa,” jelasnya ketika ditanya tentang perasaannya saat karyanya dipamerkan.

Untuk segi penilaiannya sendiri dalam pameran ini dilihat dari kreativitas, kostum yang dipakai sesuai tema dari pameran yang ditampilkan, voting dari adik-adik kelas, dan bagi yang berhasil menjual karya seninya akan mendapatkan nilai maksimal nih. Keren banget yaa!

 

Nah, dibalik suksesnya pameran yang diselenggarakan setiap tahunnya ini, pasti ada dong sosok penting di baliknya yang merupakan sosok guru kesenian inspiratif SMA Negeri 1 Surabaya dan salah satunya sempat disinggung namanya di awal, yaitu Bapak Eko Wahyudi dan Bapak Zainul Kusta selaku guru kesenian SMA Negeri 1 Surabaya.

Disamping suksesnya pameran yang diselenggarakan, ternyata ada juga sesuatu hal yang disayangkan. Hal ini diungkapkan oleh Bapak Eko Wahyudi, “Karena selama 2 tahun vakum, sebetulnya ini lebih menurun dari sebelum pandemi. Kita kan tidak mengundang guest star untuk tahun ini. Terus media online dan media massa yang meliput tidak banyak karena tidak mengundang. Jadi, ini kan (baru) awal setelah pandemi.”

Wah kayanya sampai sini aja nih info yang kami bagikan kali ini.

Sampai jumpa di info-info terupdate selanjutnya, rek. See you!