
- Details
- Written by Administrator
- Category: Umum
- Hits: 57

Inovasilah Pembelajaran Berbicara.
Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. (Profesor di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni) UNESA - Ketua Komite SMA Negeri 1 Surabaya
Pembelajaran berbicara merupakan pembelajaran yang paling tua karena sejak era Plato dkk. pembelajaran berbicara sudah menjadi tradisi mata ajar bagi para ksatria. Mereka didik untuk ber-Retorika yang baik ketika kelak menjadi pemimpin di depan rakyatnya. Pembelajaran retorika tersebut diajarkan dengan teliti dan simultan.
Sampai saat ini, pembelajaran berbicara terus dilakukan baik di bangku kelas maupun di masyarakat umum. Dalam pembelajaran berbicara, kesantunan berbicara, penataan gagasan, dan tampilan diri teramat diperlukan. Guru harus dengan tertib mengamati perkembangan kemampuan berbicara anak didiknya dengan baik. Dengan begitu, tujuan berbicara akan tercapai.
Dalam blog ini, Suyatno pernah menyebutkan bahwa sebagai sebuah keterampilan, berbicara yang baik diperlukan syarat yang harus dipenuhi oleh pembicara agar maksud dan tujuan berbicara dapat diterima oleh pendengar secara tepat tanpa ada persepsi yang menyimpang sedikit pun. Syarat itu terdiri atas (1) syarat isi pembicaraan, (2) syarat bahasa yang digunakan (saluran pesan), (3) syarat artikulasi dan kinestetik (mimik, bahasa tubuh, kode budaya), (4) syarat konteks, dan (5) syarat penggayaan pembicaraan. Syarat tersebut haruslah terintegrasi secara simultan sehingga didapatkan keterampilan bicara yang padu, apik, dan bermutu.
Ketika seseorang mencoba berkali-kali untuk berbicara di depan umum, komentar mereka rata-rata menyebutkan bahwa berbicara yang baik ternyata memerlukan
- Details
- Written by Administrator
- Category: Umum
- Hits: 685
Institusi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk perilaku ekologis generasi muda. Namun dalam praktiknya, sekolah menengah atas sering menjadi salah satu kontributor timbulan sampah plastik sekali pakai akibat pola konsumsi kantin yang belum terintegrasi dengan sistem pengelolaan lingkungan berbasis data. Kondisi ini juga teridentifikasi di SMA Negeri 1 Surabaya (SMASA). Berdasarkan hasil pra-observasi, volume sampah plastik di lingkungan sekolah mencapai sekitar 15–20 kg per hari, yang didominasi oleh botol minuman PET serta kemasan makanan sekali pakai.
Dengan jumlah peserta didik sebanyak 834 siswa, jika diasumsikan setiap siswa mengonsumsi satu botol minuman dan satu kemasan makanan setiap hari, maka dalam satu bulan pembelajaran (±20 hari efektif) sekolah berpotensi menghasilkan lebih dari 33.360 kemasan plastik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan konvensional berupa himbauan moral semata belum cukup efektif dalam mengendalikan perilaku konsumsi plastik sekali pakai di lingkungan sekolah tanpa adanya sistem kontrol yang terukur dan berkelanjutan.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Bapak Kepala SMA Negeri 1 Surabaya Dr. Muhammad Romli, S. Pd., M.Pd. , mengembangkan inovasi BENTO PRESENCE, sebuah sistem pencatatan dan monitoring berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membangun kebiasaan siswa membawa tumbler dan kotak makan mandiri.
Read more: BENTO PRESENCE Apps, Transformasi Habituasi Ekologi
- Details
- Written by Administrator
- Category: Umum
- Hits: 1296
HUT SMA Negeri 1 Surabaya 1 April 2024 yang jatuh pada bulan Ramadan mulai dimeriahkan di hari Senin 13 Meni 2024. Kegiatan dalam rangka hari ulang tahun ke 74 tahun SMA Negeri 1 Surabaya ini digelar dengan berbagai lomba online maupun offline. Dari beberapa lomba seni dan kreativitas yang diadakan, kompetisi film pendek adalah salah satu lomba yang sangat menarik untuk di cermati.
- Details
- Written by Administrator
- Category: Umum
- Hits: 831
Yuk Simak UNA VOZ EPS 01, kanal PODCAST milik warga SMASA..
Read more: Simak UNA VOZ EPS 01, kanal PODCAST milik warga SMASA
- Details
- Written by Administrator
- Category: Umum
- Hits: 1485

Pada dasarnya tiap-tiap anak adalah unik, berbeda dari satu dengan yang lainnya. Jadi tiap-tiap anak selalu mempunyai ciri-ciri dan sifat-sifat tersendiri yang membedakannya dari anak yang lainnya. Dari keunikan tersebut, seringkali dalam kehidupan sehari-hari terjadi hal-hal atau perbuatan yang menyimpang antara kelompok sebaya.
Kelompok sebaya seharusnya lingkungan kedua setelah keluarga, yang berpengaruh besar bagi kehidupan individu. Kelompok sebaya menyediakan suatu lingkungan, yaitu tempat teman sebayanya dapat melakukan sosialisasi dengan nilai yang berlaku, bukan lagi nilai yang ditetapkan oleh orang dewasa, melainkan oleh teman seusianya dan tempat dalam rangka menentukan jati dirinya.
Read more: “STOP BULLYING” Mari Kita Sayangi Orang-Orang Disekitar Kita





