Hiii peeps 😄

Balik lagi di zona #SMASA!?

Kali ini kita bakal bahas soal sejarah sekolah kita tercinta ini, yaitu SMA Negeri 1 Surabaya!

Buat temen-temen yang belum tau, sini merapat 😉

Jadi pada bulan April 1949, beberapa tokoh pendidikan di Surabaya berusaha mendirikan sekolah sendiri yang muridnya adalah para tentara pelajar yang telah meninggalkan sekolah. Mereka kemudian sepakat mendirikan sekolah lanjutan melalui “Yayasan Dr. Sutomo” yang diketuai oleh Ds. Iskandar.

Karena Ds. Iskandar mempunyai hubungan luas dengan instansi pemerintah pendudukan Belanda, maka mereka berhasil mendapat izin mendirikan sekolah yaitu SMA Dr. Sutomo, yang sebelumnya disebut Sekolah Tengah dan Tinggi, kemudian berubah menjadi Sekolah Menengah Tinggi dan akhirnya menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA).

SMA Dr. Sutomo pertama-tama menempati GNI Jalan Bubutan, kemudian pindah ke gedung STM Jalan Patua dan akhirnya menempati gedung di Jalan Wijaya Kusuma No. 48 Surabaya.

Setelah Belanda meninggalkan Indonesia bulan September 1949, maka para pendiri SMA Dr. Sutomo berusaha memperjuangkan supaya ada pengakuan dari pemerintah Indonesia. Dan atas perjuangan Ketua Yayasan dan Kepala sekolah, maka pada 1 April 1950 SMA Dr. Sutomo diakui menjadi Sekolah Negeri yaitu SMA Negeri 1 Surabaya dengan Kepala Sekolah pertama R. Suhardi Notodipuro. Keren banget kan perjuangan tokoh-tokoh pendidikan saat itu

🤩

Pada tahun pelajaran 1952 / 1953, SMA Negeri 1 Surabaya membuka jurusan Sosial Budaya atau dikenal dengan Bagian C. Karena permintaan terlalu banyak, maka murid bagian C ditempatkan di gedung Jalan Prof. Dr. Mustopo yang sekarang menjadi SMA Negeri 4 Surabaya.

Nah disini ada funfact menarik yang jarang orang tahu ‼️

Jadi pada tahun pelajaran 1954 / 1955, SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Surabaya saling bertukar jurusan loh 😆. SMA Negeri 1 menyerahkan bagian B ke SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 2 menyerahkan bagian A ke SMA Negeri 1. Sehingga SMA Negeri 1 menjadi jurusan Bahasa atau bagian A dan SMA Negeri 2 menjadi SMA bagian B. Namun SMA Negeri 1 bagian A ini berakhir pada tahun pelajaran 1963 / 1964. Sejak tahun pelajaran 1964 / 1965, tidak ada lagi SMA Negeri 1 bagian A melainkan telah menjadi SMA Negeri 1 Surabaya.

Pada pertengahan September 1965 diputuskan, bahwa SMA Negeri 1 Surabaya dibubarkan dan didirikan dua sekolah baru yaitu SMA Negeri 9 dan SMA Negeri 10 Surabaya. SMA Negeri 9 dipimpin oleh pimpinan sekolah yang dibubarkan yaitu Sukardi Jojonegoro sedangkan SMA Negeri 10 dipimpin oleh Hasri Moeljo.

Selang beberapa tahun kemudian SMA Negeri 1 Surabaya dimunculkan kembali dan SMA Negeri 10 Surabaya dibubarkan. Sehingga jumlah SMA Negeri di Surabaya pada waktu itu hanya ada 9, yaitu: SMA Negeri 1 sampai 9.